Thursday, December 05, 2013

◦♥◦ Rendah Diri ◦♥◦



Rasa rendah diri, adalah perasaan bahwa seseorang lebih rendah dibanding orang lain dalam satu atau lain hal. Perasaan demikian dapat muncul sebagai akibat sesuatu yang nyata atau hasil imajinasinya saja. Rasa rendah diri sering terjadi tanpa disadari dan bisa membuat orang yang merasakannya melakukan kompensasi yang berlebihan untuk mengimbanginya, berupa prestasi yang spektakuler, atau perilaku antisosial yang ekstrem, atau keduanya sekaligus.

Tidak seperti rasa rendah diri yang normal, yang dapat mendorong pencapaian prestasi, kompleks rasa rendah diri adalah berupa keadaan putus asa parah, yang mengakibatkan orang yang mengalaminya melarikan diri saat mengalami kesulitan.

Mengapa Orang Rendah Diri ?

Saat lahir - setiap orang lahir dengan perasaan rendah diri karena pada waktu itu ia tergantung pada orang lain yang berada di sekitarnya. Sikap orangtua - memberikan pendapat dan evaluasi negatif terhadap perilaku dan kelemahan anak di bawah enam tahun akan menentukan sikap anak tersebut. Kekurangan fisik - seperti kepincangan, bagian wajah yang tidak proporsional, ketidakmampuan dalam bicara atau penglihatan mengakibatkan reaksi emosional dan berhubungan dengan pengalaman tidak menyenangkan sebelumnya. Keterbatasan mental - membawa rasa rendah diri saat dilakukan perbandingan dengan prestasi tinggi dari orang lain, dan saat diharapkannya penampilan yang sempurna padahal aturannya pun tidak dipahami. Kekurangan secara sosial - keluarga, ras, jenis kelamin, atau status sosial.

Apa Ciri Orang yang Rendah Diri ?

Kamu mungkin akan melihat tanda-tanda dari rasa rendah diri ini saat berhadapan dengan dengan orang yang mengidapnya:

  • Menarik diri kehidupan sosial. Mereka yang merasa rendah diri mungkin akan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Mereka mungkin menganggap dirinya tidak berharga dibanding orang lain yang mereka anggap lebih baik dalam setiap aspek.

  • Bersikap Kasar. Orang yang rendah diri, akan sering berbicara lantang, bahkan sampai bersikap kasar. Ini berasal dari keinginan untuk membuktikan pada dirinya dan orang lain bahwa dia juga mampu untuk melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang lain.

  • Menyalahkan Dunia. Orang yang merasa rendah diri akan selalu menyalahkan faktor ekternal, misalnya nasib sial, perusahaannya, atau lingkungannya secara umum, setiap kali dia mengalami kegagalan yang disebabkan oleh dirinya sendiri. Dia tidak mampu untuk menerima bahwa kegagalannya mungkin terjadi karena kesalahannya sendiri. Karena itulah, dia menuntut bahwa seluruh dunia harus bertanggung jawab atas penderitaan dan kegagalannya.

  • Mencela. Salah satu ciri paling umum dari orang yang menderita rasa rendah diri ini adalah sikap yang suka mencela. Sebagai contoh, dia mungkin tidak mampu untuk melakukan suatu pekerjaan dengan benar, dan jika temannya bisa melakukannya dengan baik, maka dia aka mengaitkan kesuksesan temannya itu dengan faktor luar, misalnya bantuan dari orang lain, atau keberuntungan. Dia tidak pernah mengaitkan kesuksesan temannya itu dengan kemampuan yang dimiliki oleh temannya. Cara ini digunakannya sebagai jalan untuk menolak kebenaran atau fakta bahwa sebenarnya temannya tersebut memang lebih ahli dibanding dirinya.

  • Tidak Sportif. Orang yang rendah diri menolak untuk berpartisipasi dalam semua jenis kompetisi, dimana kemampuan mereka akan diuji melawan orang lain. Meski jika mereka melakukannya, sikapnya yang suka mencela sepertinya akan muncul. Meski begitu, dia sangat menikmati kemenangan, walau itu mungkin bukan atas usahanya sendiri.

  • Sangat Sensitif. Orang yang punya rasa rendah diri sangat sensitif terhadap pujian dan kritikan. Jika dipuji, dia akan mempertanyakan ketulusan dari orang yang memuji, dan jika dikritik, dia akan segera mempertahankan diri. Dia tidak bisa merespon humor ringan dengan baik. Selain itu, meski jika kamu tidak sengaja melontarkan komentar, dia mungkin akan menanggapinya dengan serius.

  • Memancing Pujian. Orang yang rendah diri itu sangat suka memancing pujian dari orang lain. Akan tetapi, terkadang, meski ingin sekali di puji, dia mungkin tidak mau menerimanya dan percaya bahwa orang yang memuji tersebut hanyalah karena dipancing.

  • Takut Membuat Kesalahan. Orang yang rendah diri juga takut untuk mencoba sesuatu yang baru, karena jauh di dalam hatinya dia sangat takut membuat kesalahan sehingga akan terus menerus teringat dengan kesalahannya tersebut.

Meski ciri-ciri ini sepertinya jelas, sebagian diantaranya mungkin tidak terlalu jelas terlihat. Jika kamu merasa curiga terhadap seseorang yang mempunyai ciri-ciri seperti ini, maka sudah waktunya untuk menggali lebih dalam dan mengetahui akar permasalahannya, sehingga ciri-ciri itu bisa di eliminasi.

Apa Akibat dari Rasa Rendah Diri ?

Rasa Rendah Diri adalah keadaan emosi yang mengakibatkan munculnya berbagai perasaan negatif seperti kegelisahan, rasa tidak aman, rasa tidak mampu, takut gagal, dsb.

Yusuf (2008: 31) menyebutkan bahwa rasa rendah diri ini menimbulkan sikap dan perilaku sebagai berikut :
  • Peka (merasa tidak senang) terhadap kritikan orang lain
  • Sangat senang terhadap pujian dan penghargaan  
  • Senang mengkritik atau mencela orang lain 
  • Kurang senang berkompetisi 
  • Cenderung senang menyendiri, pemalu, dan penakut 

Akibat Negatif dari Rasa Rendah Diri :

Pada dasarnya, rasa rendah diri ialah suatu hal yang wajar yang dialami oleh individu, bahkan sisi positif dari adanya rasa rendah diri ialah menjadikan individu lebih termotivasi dalam menjalani hidup dan melawan ketidakmampuan. Hall & Lindzey (1978: 163) menyatakan rasa rendah diri menjadikan manusia didorong oleh kebutuhan untuk mengatasi kekurangan mereka dan ditarik oleh keinginan untuk menonjolkan diri (inferiority to superiority). Rasa rendah diri ini akan menjadi hal yang tidak wajar dan sangat merugikan ketika rasa rendah diri yang ada hanya dibiarkan begitu saja, membiarkan rasa rendah diri tersebut akan menenggelamkan individu pada situasi yang semakin terpuruk dan membuat semakin merasa kurang, tidak mampu, dan tidak berdaya.



Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Rendah Diri?

Untuk mengatasi kondisi psychologis ini memang tidaklah mudah. Sebab akar dari permasalah ini terletak di masa lalu, dalam sebuah kejadian atau serangkaian kejadian dan situasi yang telah meninggalkan luka yang sangat mendalam pada pikirannya.

Rasa rendah diri ini kemudian menjadi sejenis mekanisme pertahanan diri terhadap semua jenis masalah dan situasi. Bagi orang yang mengalami gejala rasa rendah diri ini, dia bahkan mungkin akan merasa sangat sulit dan sakit untuk bisa menerima fakta bahwa dirinya punya gejala ini.

Rasa rendah diri tidak bisa diatasi dalam waktu sekejap. Butuh waktu yang cukup bagi seseorang untuk bisa mendapatkan kembali rasa percaya diri dan citra dirinya, serta mampu untuk memandang dunia dengan cara yang berbeda.

Akan tetapi, prosesnya harus segera dimulai, dan berikut ini beberapa langkah yang mungkin bisa diambil:
  • Berpikir Positif. Tidak semudah kederangannya memang. Bagi orang yang merasa rendah diri, menjadi positif itu sama beratnya seperti mendaki gunung Everest. Seseorang yang dikondisikan untuk berpikir negatif mengenai dirinya akan merasa bahwa berpikir positif itu cuma omong kosong. Jika dia percaya bahwa dunia cuma ingin memanfaatkannya, maka dia bahkan tidak akan membiarkan efek dari berpikir positif untuk menampakkan dirinya. Akan tetapi, seperti dosis suntikan yang diberikan secara teratur untuk orang yang sakit, begitu juga dengan dosis reguler dari berpikir positif bagi orang merasa rendah diri. Dengan membaca buku-buku mengenai berpikir positif, atau bergaul dengan orang-orang yang positif sebagai langkah untuk menuju peningkatan diri setiap hari, sedikit demi sedikit akan memberikan perubahan. Selain itu, mencari hal-hal positif dari setiap situasi itu juga penting. Jangan terburu-buru, lakukan secara perlahan dan biarkan arus positif mengalir sedikit demi sedikit. 
  • Membandingkan antara yang Baik dengan yang Buruk. Cara lain untuk mengatasi rasa rendah diri adalah dengan mengimbangi sifat-sifat yang buruk dengan sifat-sifat yang baik. Evaluasi diri, dan membanding diri dengan diri sendiri itu jauh lebih baik dari pada membandingkan diri dengan orang lain. Beri dorongan pada orang yang rendah diri untuk mendata semua sifat ini, sehingga itu bisa mengingatkannya bahwa dirinya tidak seburuk yang dia kira. 
  • Merima. Pengentasan rasa rendah diri dimulai dengan cara menerima diri dan situasi yang dihadapi, apa adanya. Akan tetapi, dengan menerima bahwa dirinya merasa rendah diri, tidak berarti bahwa perasaan itu dibiarkan terus berlanjut. Ciri dari menerima dimulai dengan perubahan dan perbaikan, yang sedikit demi sedikit akan menghilangkan penyebab masalah. Selain itu, dia juga harus bisa menerima kenyataan bahwa dirinya unik. Sekali lagi, ini mungkin akan membutuhkan waktu, tapi itu akan tertanam di dalam pikiran dan memberikan perubahan yang positif. 
  • Menghindar. Termasuk menghindari semua orang yang bisa memancing perasaan rendah diri. Ini tidak berarti menghindari mereka yang dianggap sebagai ancaman, melainkan mereka yang terus-menerus bertujuan untuk meruntuhkan rasa percaya diri, atau punya kecenderungan untuk selalu melakukan itu. Ini harus terus dilakukan setidaknya sampai dia punya rasa percaya diri yang cukup dan mampu untuk menghadapi orang-orang tersebut.


No comments:

Post a Comment