Mengenal
diri sendiri artinya memahami kekhasan fisik, kepribadian, watak, dan
temperamen, mengenal bakat-bakat alamiah yang dimiliki, serta memiliki
gambaran/konsep yang jelas tentang diri sendiri dengan segala kekuatan dan
kelemahannya. Ungkapan Socrates “Kenalilah
dirimu” mestinya bukan hanya kata
mutiara semata. Dengan mengenal diri sendiri kita akan lebih mudah untuk
mengenal orang lain, meskipun kita menyadari bahwa di dunia ini tidak ada dua
orang yang kepribadiannya sama.
Untuk mengenal diri sendiri, ada beberapa cara
yang dapat dilakukan, yaitu:
a. melalui sejarah perkembangan diri, baik secara fisik maupun psikis;
b. melalui penelusuran bakat dan kepribadian;
c. melalui pengalaman sehari-hari;
d. melalui kebersamaan dengan orang lain;
e. melalui kacamata/pandangan orang lain (misalnya sahabat, teman,
saudara, dll.);
f. melalui refleksi pribadi.
‘Tak seorangpun akan percaya kepada saya sebelum saya percaya kepada
diri sendiri’ (David James
Schwartz)
‘Kenal akan rahasia diri menyebabkan kita kenal akan rahasia alam’ (Dr. M. Amir).
‘Kemampuan mengenal diri sendiri menjadi modal kemampuan yang luar biasa untuk dapat mengenal orang lain’ (Rollo May).

No comments:
Post a Comment