Bakat merupakan potensi yang di miliki setiap orang sejak lahir, bila tidak di kembangkan menjadi terpendam bahkan bisa hilang sama sekali. Bakat merupakan suatu potensi atau kemampuan khusus dan lebih dominan yang dimiliki seseorang, yang dapat berkembang melalui proses pelatihan dan pendidikan intensif. Dengan proses ini, bakat akan menjadi sebuah kemampuan dan kecakapan nyata. Bakat bukanlah merupakan sifat tunggal, melainkan merupakan sekelompok sifat yang secara bertingkat membentuk bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent. Seseorang akan lebih baik prestasi dan keahliannya, jika ia mampu melakukan suatu pekerjaan sesuai bakat dan minatnya, ketimbang bidang yang tidak sesuai dengan bakatnya. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat seseorang. Kemampuan atau potensi individu yang dibawa sejak lahir, atau faktor bawaan, sangat menentukan pembentukan dan perkembangan bakat seseorang.
Menurut Heller (2004) keterbakatan dapat ditinjau berdasarkan empat dimensi
multifaktor yang saling terkait satu sama lain yaitu faktor talenta yang
relatif mandiri, faktor kinerja (performance), faktor kepribadian, dan
faktor keluarga. Tetapi dalam penelitian ini, faktor yang diambil untuk alat
ukur bakat adalah faktor kepribadian yang terdiri dari 8 dimensi kepribadian
dan faktor pembentuk bakat. Dimensi kepribadian menurut barret adalah
pengkhayal, faktual, penuh pertimbangan, spontan, pasif, percaya diri,
penyendiri, dan supel. Sedangkan dimensi pembentuk bakat menurut Gallup
Internasional terdiri dari 34 tema bakat. Penelitian ini bermaksud mengetahui
pola hubungan antara faktor pembentuk bakat dan faktor kepribadian pada
pekerja. Metode yang digunakan adalah metode structural Equation Modelling
(SEM) dimana variabel-variabel yang diteliti digunakan untuk mendefinisikan
sebuah faktor yang tidak dapat diukur secara langsung (Ferdinand, 2002).
B. JENIS-JENIS BAKAT KHUSUS
Bakat khusus (talent) adalah kemampuan bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan berkembang dengan baik, akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai potensinya.
Conny Semiawan dan Utami Munandar
(1987) mengklasifikasikan jenis-jenis bakat khusus, baik yang masih berupa
potensi maupun yang sudah terwujud menjadi lima bidang, yaitu :
•Bakat akademik khusus misalnya bakat untuk bekerja dalam angka-angka (numeric), Logika bahasa, dan sejenisnya.
•Bakat khusus dalam bidang kreatif – produktif artinya bakat dalam menciptakan sesuatu yang baru misalnya
menghasilkan rancangan arsitektur baru, menciptakan teknologi terbaru dan
lainnya.
•Bakat khusus dalam bidang seni, misalnya mampu mengaransemen musik dan sangat dikagumi, menciptakan lagu
hanya dalam waktu 30 menit, mampu melukis dengan sangat indah dala m waktu
singkat dan sejenisnya.
•Bakat khusus kinestetik / psikomotorik, misalnya bakat dalam bidang sepak bola, bulu tangkis, tennis, dan
keterampilan tekink.
•Bakat khusus dalam bidang social misalnya sangat mahir melakukan negoisasi, mahir berkomunikasi, dan sangat
mahir dalam kepemimpinan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERKEMBANGAN BAKAT KHUSUS
Conny semiawan (1987) dan Utami munandar (1992) menegaskan bahwa berbeda denagn kemampuan yang menunjukkan pada suatu kinerja (perfonmance) yang dilakukan sekarang. Bakat sebagai potensi masih memerlukan pendidikan dan latihan agar suatu kinerja dapat dilakuakan pada masa yang akan datang.
Ada sejumlah factor yang
mempengaruhi perkembangan bakat khusus yang secra garis besar dikelompokkan
menjadi dua yaitu factor internal dan factor eksternal. Factor internal adalah
factor yang berasal dari dalam diri individu .
Faktor – faktor tersebut adalah :
1. Minat
2. Motif
Berprestasi
3. Keberanian mengambil resiko
4. Keuletan dalam menghadapi tantangan
5. kegigihan atau daya juang dalam mengatasi kesulitan
Adapun faktor
eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan individu tumbuh dan
berkembang.
Faktor – faktor tersebut adalah :
1. Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri
2. Sarana dan Prasarana
3. Dukungan dan dorongan dari orang tua / keluarga
4. Lingkungan tempat tinggal
5. Pola asuh orang tua
Individu yang memiliki
bakat khusus dan memperoleh dukungan internal maupun eksternal, yaitu memiliki
minat yang tinggi terhadap bidang yang menjadi bakat khususnya, memiliki
motivasi berprestasi yang tinggi, memiliki daya juang tinggi, dan ada kesempatan
maksimal untuk mengembangkan bakat khusus, maka akan muncul kemampuan
berprestasi.
3. Keberanian mengambil resiko
4. Keuletan dalam menghadapi tantangan
5. kegigihan atau daya juang dalam mengatasi kesulitan
2. Sarana dan Prasarana
3. Dukungan dan dorongan dari orang tua / keluarga
4. Lingkungan tempat tinggal
5. Pola asuh orang tua
No comments:
Post a Comment