Saturday, December 14, 2013

◦♥◦ Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan ◦♥◦



Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Dalam kehidupan manusia setiap saat orang menghadapi masalah. Permasalahan memang terjadi kapan saja, di mana saja. Ada masalah yang bersifat pribadi, ada pula masalah yang harus diselesaikan oleh tim atau secara kolektif. Ada masalah yang sederhana dan penyelesaiannya memerlukan waktu relatif singkat, tetapi banyak pula masalah yang sangat rumit dan kompleks dan pemecah-annya memerlukan waktu lama dan melibatkan orang banyak


            Pengambilan keputusan atau decision making merupakan peker-jaan mental seorang pemimpin/manajer untuk dapat memecahkan masalah yang timbul, yang dapat terjadi dalam setiap kegiatan, baik di dalam maupun di luar organisasi/perusahaan. Pengambilan keputusan merupakan keterampilan yang dapat dipelajari. Keterampilan alamiah dan kecerdasan dapat memberi bantuan yang sangat besar, tetapi keahlian juga sering diperoleh dari pengalaman.

            Menurut Graham Wilson (dalam Problem Solving dan Decision Making, 2000: 45-60), cara orang belajar dan berkembang serta cara mereka berkomunikasi dengan orang lain akan mempengaruhi cara mereka menangani suatu masalah. Pemecahan masalah melibatkan kombinasi yang rumit dari belajar, coba-coba, dan wawasan. Sebagian besar pemecahan masalah melibatkan pemahaman sekumpulan keada-an dalam suatu konteks tertentu. Sering kemampuan untuk menangani masalah dan menyelesaikannya dengan hasil yang memuaskan memer-lukan perubahan pemikiran, yaitu dengan melihat masalah tersebut dari sebuah konteks yang berbeda. Seorang pemimpin/manajer harus yakin bahwa orang-orang yang bekerja sebagai tim telah diberikan kesem-patan untuk mundur dan melihat masalahnya dari luar. Ketika sedang mengatasi suatu masalah, kita harus selalu berusaha menemukan solusi yang paling mudah dan mengharapkan reaksi-reaksi yang tidak mengada-ada.


Sebaiknya Anda mencari kesulitan yang lebih besar, semakin banyak kesulitan yang dapat diatasi akan semakin banyak keuntungan Anda
(D.J.Schwartz)


Menurut William F. Pounds (dalam J.H. Donnelly Jr., J.L. Gibson, dan John M. Ivancevich, 1984. Fundamentals of Management: 572), ada tiga metode yang dapat digunakan pemimpin/manajer untuk menentu-kan masalah, yaitu:

  • adanya penyimpangan dari pekerjaan sebelumnya;
  • adanya penyimpangan dari perencanaan; dan
  • adanya kritikan/masukan dari pihak luar.

 

◦♥◦ Mengembangkan Diri ◦♥◦



Mengembangkan diri merupakan usaha sengaja dan terus-menerus yang dilakukan dengan berbagai cara dan bentuk, untuk membuat daya potensi diri dapat terwujud secara baik dan optimal, menuju taraf kedewasaan pribadi yang sesungguhnya.



Cara mengembangkan diri:

  • Mengenal dan menerima diri sebagaimana adanya;
  • Memiliki kemauan kuat untuk mengembangkan diri;
  • Memanfaatkan kemungkinan/peluang yang terbuka; dan
  • Belajar dari kesalahan.


“Keberhasilan bukan ditentukan oleh besarnya otak seseorang, tetapi oleh besarnya cara berpikir seseorang”
(D.J. Schwartz)

 “Seorang pemberani yang sebenarnya bukan orang yang membabi buta melompat masuk ke dalam jurang, tetapi dia yang dengan perlahan dan mata terbuka memasuki jurang setelah mengukur kedalamannya”
(P.J. Stahl)

 “Rasa takut adalah naluri, rasa berani adalah kemenangan. Kemauan membungkam rasa takut dan menyembunyikannya di bawah rasa berani merupakan kemenangan besar”
(Commitesse Diane)


 

◦♥◦ Menerima Diri ◦♥◦


Menerima diri artinya sikap memandang diri sendiri sebagaimana adanya dan memperlakukannya secara baik disertai rasa senang dan bangga sambil terus mengusahakan kemajuannya.
  

Manfaat apabila diri kita mampu menerima diri sendiri:
a. Kita merasa senang terhadap diri sendiri, merasa lebih sehat, lebih bersemangat, dan sepertinya tidak banyak masalah;
b. Kita merasa diri berharga, atau minimal sejajar dengan orang lain, karena menyadari selain ada kelemahan juga memiliki kekuatan;
c. Menerima diri berarti menerima kelebihan dan kekurangan. Selanjutnya kita selalu melakukan perbaikan dengan penuh rasa tanggung jawab;
d. Kita akan mampu melaksanakan pekerjaan sebaik orang lain, karena ada kepercayaan diri. Semakin orang memiliki kepercayaan diri, semakin mampu melakukan hal-hal di luar dugaannya;
e. Dengan menerima diri berarti kita telah membangun sikap positif terhadap diri sendiri, dan kita mampu memaafkan (berdamai dengan) diri sendiri; dan
f. Jika kita mampu menerima diri sendiri, selanjutnya akan mampu menerima orang lain.

Cara menerima diri sendiri:
a.    Selalu mensyukuri apa yang telah dimiliki;
b.   Jangan terlalu sering mengkritik diri sendiri;
c.    Terima pujian, asalkan jangan berlebihan;
d.   Luangkan waktu bersama orang-orang yang positif;
e.    Tanamkan dalam pikiran bahwa kita akan berhasil dan bahagia;
f.  Membaca buku-buku pengembangan pribadi, karena pengembangan pribadi merupakan proses seumur hidup; dan
g.  Berusaha menggali potensi terbaik dari diri kita, dan senantiasa belajar meningkatkan kemampuan diri, serta memanfaatkan peluang/ kesem-patan yang ada.


 “Ciri orang dewasa diantaranya tidak menilai dirinya terlalu tinggi dan memiliki kerendahan hati yang berani”
(Rollo May).


Friday, December 13, 2013

◦♥◦ Mengenal Kekuatan dan Kelemahan Diri ◦♥◦

Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Kita mesti mengetahui kekuatan dan kelemahan diri kita, karena semuanya merupakan anugerah Tuhan yang Mahaesa dan selanjutnya tugas kita untuk memahami dan mengembangkannya.
   

Ada beberapa cara untuk mengembangkan kekuatan dan mengatasi kelemahan diri kita:
a. Introspeksi diri, dengan cara refleksi diri, meditasi, tafakur, minta bantuan orang lain, serta belajar dari pengalaman;
b. Mengendalikan diri, agar kita tidak sampai dikendalikan oleh naluri dan keinginan yang tidak terkontrol;
c. Membangun kepercayaan diri;
d. Mengenal dan mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh teladan; dan
e. Berpikir positif dan optimis terhadap diri sendiri.




Pesan Aset:
Bacalah, nikmatilah, dan pikirkanlah kekuatan-kekuatan Anda berulang-ulang. Aset tersebut akan membawa Anda ke manapun Anda pergi, dan memberi energi yang Anda butuhkan untuk terus maju. Kekuatan Anda mempresentasikan nilai diri Anda.


Pesan Liabilitas:
 Ambillah tiga kelemahan yang paling atas (paling serius), dan lakukanlah sesuatu terhadapnya. Untuk sementara lupakan sisanya. Kita melakukan semuanya didasari sikap yang kuat, yaitu kita tetap berusaha untuk menjadi semakin baik dalam hidup ini.

Thursday, December 12, 2013

◦♥◦ Kepribadian ◦♥◦


Menurut G. Allport, kepribadian artinya organisasi dinamis dalam individu yang terdiri dari sistem psikofisik yang menentukan tingkah laku dan pikirannya yang bersifat karakteristik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Dengan demikian kepribadian seseorang selalu berkembang dan berubah, serta tidak ada dua orang atau lebih yang kepribadiannya sama. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dengan orang lain atau bangsa lain.

            Berdasarkan komposisi cairan dalam tubuh manusia, ada beberapa tipe/temperamen manusia. Klasifikasi ini pertama dirumuskan oleh Hippocrates (460 – 370 SM), dan disempurnakan oleh Galenus. Temuan Hipocrates ini dipengaruhi pandangan filsuf alam Empedokles, bahwa alam semesta ini terdiri dari empat unsur, yaitu tanah, air, udara, dan api, dengan sifat kandungannya kering, basah, dingin, dan panas

Hippocrates berpendapat bahwa dalam tubuh seseorang terdapat cairan-cairan yang memiliki empat macam sifat, yaitu:
·        Sifat kering, terdapat dalam chole (empedu kuning);
·        Sifat basah, terdapat dalam melanchole (empedu hitam);
·        Sifat dingin, terdapat dalam phlegma (lendir); dan
·        Sifat panas, terdapat dalam sanguis (darah).

Empat tipe kepribadian/temperamen pokok menurut Hipocrates:
a.  Sanguinis
     Ditandai sifat: menarik, meluap-luap, lincah, bersemangat, menye-nangkan, suka berbicara, suka dipuji, kreatif, sangat ekstrovert, optimis, mudah berganti haluan, dan sangat ramah.
b.   Koleris
Ditandai sifat: serba cepat, aktif, tampil hangat, praktis, berkemauan keras, mandiri, ekstrovert, optimis, dinamis, tidak mudah putus asa, dan sistematis.
c.    Melankolis
Ditandai sifat: senang menganalisis, suka berkorban, perasaannya sensitif, menikmati keindahan, mudah menjadi introvert, pemikir, gigih dan cermat, tertib, teratur & rapi, ekonomis, idealis, berbakat, dan kreatif.
d.   Plegmatis
     Secara umum ditandai sifat: tenang, hampir tak pernah marah, acuh, mudah bergaul, tak mudah terpengaruh, introvert, pengamat, pesimis, santai, sabar, dan menghindari konflik.
   
         Dari keempat tipe kepribadian/temperamen di atas masih dapat dikombinasikan lagi menjadi dua belas perpaduan, yaitu: SanChlor, SanMel, SanPleg, ChlorSan, ChlorMel, ChlorPleg, MelSan, MelChlor, MelPleg, PlegSan, PlegChlor, dan PlegMel. Masing-masing perpaduan tersebut variasinya masih banyak, misalnya SanChlor 40/60, SanChlor 60/40, SanChlor 70/30, SanChlor 45/55, dan seterusnya.


Termasuk tipe kepribadian/temperamen apakah Anda?